Ucii

Banyak sekali penyakit-penyakit yang tidak pernah kita tahu sebelumnya dan juga tidak kita sangka-sangka sebelumnya atau di luar kewajaran . Disini gu akan ngeblog-in macam-macam penyakit aneh ..

Rabu, 19 Januari 2011

Blue skin disorder

Sebuah keluarga besar yang dikenal sebagai `orang biru` tinggal di bukit di sekitar Troublesome Creek di Kentucky sampai tahun 1960an. mereka adalah Blue Fugates, kebanyakan dari mereka hidup sampai umur 80 tahunan, mereka tidak punya penyakit serius, hanya kulit yang berwarna biru, penyakit ini diteruskan secara turun-temurun. orang dengan penyakit ini kulitnya akan berwarna biru, plum, atau hampir ungu.

Bangkalan - Sudah setahun lebih, Abul Hazem (17) warga Dusun Naro’an Timur, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura terbaring di rumahnya. Pria lulusan SD itu, mengalami penyakit aneh. Dokterpun tidak tahu jenis penyakitnya, tapi pihak keluarganya menyebut penyakit bersisik dan seluruh tubuhnya berwarna hitam pekat.

Semula, anak kedua dari pasangan Mat Rakis (38) dan Mukdiyah (36) mengalami benjolan kecil yang menyerupai penyakit cacar di pipi kanannya. Kemudian menjalar ke dada dan punggungnya hingga akhirnya tumbuh di sekujur tubuhnya. Yang tersisah hanya mulut dan telapak tangan dan kakinya yang kelihatan sempurna.

Lambat laun, tubuh Abul Hazem sulit digerakkan. Bahkan, panas dan gatal lebih mendominasi. Sedangkan hasrat makan normal seperti layaknya manusia yang sehat. Dalam sehari makan 3 kali, dan snack apapun juga dilahap.

Pihak keluarga Abul Hazem yang tergolong keluarga kurang mampu ini, tetap berusaha memeriksakan penyakit aneh tersebut. Mulai dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan hingga RSU dr Soetomo, Surabaya. Namun, tidak ada hasilnya.

Pihak dokter pun juga tidak menyebut secara jelas apa jenis penyakit tersebut. Setiap obat yang diberikan dokter selalu diminum, tapi tidak ada hasilnya. Pihak keluarga Abul Hazem akhirnya memutuskan untuk dirawat di rumah, sebab, tidak lagi mempunyai biaya untuk pengobatan.

Mat Rakis, bapak penyandang penyakit aneh menuturkan, upaya medis sudah dilakukan.
Bahkan, minta barokah kepada para Kyai juga seringkali diupayakan, tapi tidak ada hasilnya. Malah, kondisi tubuh Abul Hazem semakin parah.

“Saat ini sering gatal bercampur panas. Dia sering minta digaruk hingga berjam-jam,” ujar Mat Rakis pada wartawan di rumahnya, Dusun Naro’an, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Senin (13/10/2008).

Tumini, seorang warga Madiun telah 34 tahun menderita penyakit aneh.
Suami Tumini mengatakan bahwa sebagian wajah Tumini telah hilang dan berlubang. Bagian kedua matanya, hidung, dan bibir hilang. Yang tersisa hanya tinggal dagu dan kening saja. Jangankan untuk melihat, untuk bernafas saja Tumini kesulitan.

Tumini mengatakan bahwa penyakit itu bermula saat dia masih remaja. Awalnya tumbuh sebuah bintik seperti jerawat di hidung Tumini. Ia menyangka itu merupakan jerawat biasa, tapi ternyata setelah dibiarkan bintik tersebut membesar dan menggerogoti wajah Tumini.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit dan dirawat beberapa hari, tetapi karena biaya rumah sakit yang terlalu mahal ia terpaksa keluar dari rumah sakit. Kini mulai banyak para dermawan memberikan sumbangan untuk membantu biaya pengobatannya. Pemda pun menyarankan agar Tumini segera dirawat di rumah sakit. Tetapi Tumini mengatakan bahwa sudah terlambat, wajahnya kini telah habis dan ia sdh tidak dapat melakukan apa-apa. Tetapi suaminya tetap setia menemaninya menjalani penyakit yang dideritanya ini.

di alami NOORSYAIDAH... Ada banyak kawat yang tumbuh di perutnya..
lengkapnya :

NOORSYAIDAH terus menahan sakit dari penyakit aneh yang dideritanya. Di perut dan dada perempuan berusia 40 tahun ini bermunculan puluhan batang kawat sepanjang sekitar 20 cm.

Saat ditemui di kediaman saudara perempuannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Noor terpaksa harus berjalan membungkuk agar kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah yang dikenakannya.

Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak, kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan dirasakannya.

"Ini karena ada Mas (wartawan Tribun Kaltim) saja saya pakai baju, biasanya saya tidak pakai baju karena terus terang saja kawat-kawat ini kalau menyentuh barang apa saja rasanya sangat sakit sekali," ujarnya sembari menyingkapkan bajunya dan memperlihatkan kawat-kawat yang tumbuh di bagian perutnya itu.

Guru aktif TK Al-Quran di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991. Tanpa sebab musabab kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian dadanya. Padahal, saat itu dia sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sospol Universitas Mulawarman Samarinda.

"Tapi, kalau dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan hilang. Nanti sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali," katanya.

Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang pintar sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dialaminya, tetap saja kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya.

"Semua orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya, tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya," ujarnya.


Seperti namanya aja nii, penderita penyakit ini bak Vampire, tentu tidak dengan gigi yang tajam atau minum darah. Penderita penyakit ini selalu menghindari sinar matahari jika keluar rumah, kalau tidak kulit mereka akan melepuh. Dalam beberapa kasus bahkan langsung melepuh meski baru terkena sinar matahari.

Porphyria adalah adalah suatu kelainan pada proses biosintesis heme, bagian dari hemoglobin, komponen sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Porphyria berasal dari kata Yunani, porphura yang artinya warna ungu. Nama ini mengacu pada perubahan warna beberapa cairan tubuh menjadi ungu, salah satunya urin. Porphyria terdiri dari beberapa tipe dengan beragam gejala. Tidak semua jenis porphyria memperlihatkan gejala ke-‘vampir’-an. 

Penumpukan porphyrin dalam jaringan tubuh menyebabkan urin berwarna merah keunguan, kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari, dan -dalam beberapa kasus- penderitanya mengalami anemia parah.

Anemia parah dan urin berwarna merah keunguan disinyalir sebagai akar lahirnya legenda vampir peminum darah. Dugaan ini dikemukakan pertama kali oleh seorang biokimiawan, David Dolphin dalam pertemuan American Association for the Advancement of Science tahun 1985.

Secara umum, porphyria dibagi dua: acute porphyria dan cutaneous porphyria

Acute porphyria menyerang sistem saraf, dengan gejala nyeri di bagian perut, muntah, konstipasi, diare, lemah otot, demam, dan halusinasi. 

Cutaneous porphyria menyerang neuron saraf kulit, menyebabkan kulit penderitanya sangat sensitif dan mudah melepuh jika terkena sinar ultraviolet. Porphyria jenis inilah yang sering diidentikkan dengan ciri-ciri vampir.

Porphyria cutanea tarda, jenis porphyria yang paling sering ditemui, termasuk tipe yang menyerang saraf kulit. Dalam kaitannya dengan lokasi penumpukan porphyrin, porphyria juga dibagi menjadi dua: hepatic porphyria (penumpukan di liver/hati) dan erythropoietic porphyria (penumpukan di sumsum tulang produsen sel darah merah).

Porphyria merupakan kelainan yang langka, dan bukan penyakit menular. 20% penderita mendapatkan porphyria melalui pewarisan genetik, sedangkan 80% disebabkan oleh penggunaan narkotika dan alkohol.

Ada beberapa orang terkenal yang diduga kuat menderita porphyria, antara lain: George William III (raja Inggris 1760-1820), Mary Stuart (sepupu George III, ratu Skotlandia 1542-1567), Vincent van Gogh (pelukis impresionis), dan Nebukadnezar II (raja Babylonia 605-562 SM). Tuhh kan ada ternyata ada juga orang terkenal mengidap penyakit aneh seperti ini .. 

Mungkin cerita tentang vampire ntu memang dianggap legenda dan hanya menjadi mitos belaka. Namun orang yang memiliki ciri-ciri seperti vampire ternyata memang ada. Cerita yang sering kita dengar seperti vampire alergi terhadap bawah putih sepertinya hanya merupakan rekayasa industri film yang mengangkat legenda vampire tersebut.


Ini juga termasuk penyakit aneh dan tak biasa nii. Penderita penyakit sama sekali tak boleh dikejutkan oleh suatu suara atau pengelihatan yang tak diduga. Orang normal akan menoleh ketika ada suara atau sesuatu dibelakang kita. Tetapi penderita penyakit ini akan mengeluarkan reflek aneh seperti memukul lengannya, memukul wajahnya, menjerit histeris atau berbicara berulang-ulang suatu kata.


Wahh ada penyakit yang aneh kali ini dan sangat jarang. Nii dia nii penyakit progeria . penyakit ini bikin kita kelihatan jauh lebih tua dari umur kita . oke langsung saja kita baca penjelasannya. 
.
Progeria dari bahasa Yunani (geras)artinya usia Tua. So penderita bakal mengalami penuaan dengan kecepatan berkisar 4-7 kali lipat dari proses penuaan normal. artinya, semua organ tubuh anak itu, termasuk organ pernapasan, jantung, maupun sendi-sendinya udah rentan, seperti organ orang tua.. ckckckckck...

 Progeria disebabkan oleh satu kesalahan kecil di dalam kode genetik si anak, tetapi hal itu telah menghancurkan dan mengubah hidup seseorang.

Ciri ciri Penyakit Progeria sbagai berikut:
-rambut rontok dan gak tumbuh lagi (OMG)!!
-pembuluh darah di bagian kepala tampak jelas...
-kulit keriput karena jaringan lemak dibawahnya udah ilankk.....
-tulang keropos, rapuh, dan tak kunjung sembuh...
-giginya lambat tumbuh atau pun gak akan numbuh, kalopun numbuh susunannya gak teratur.
-fatalnya lagi bisa benyebabkan kekakuan pada pembuluh darah.. .arghhh..
-nah, anak yang terkena progeria ini akan nampak seperti orang lanjut usia cuy..
tapi anehnya mata mereka gak bakalan rabun kayak orang tua..



Repotnya lagi, penyakit ini gak terdeteksi waktu bayi masih berupa janin dan usia 0-1 tahun.. Penyakit progeria ini baru bakalan muncul dan dapat dikenali setelah anak tsbt udah umur 1 tahun gitu deh....


Populasi penyakit ini hanya sedikit (1 : 8.000.000) 1 diantara lapan juta orang.. ada sekirar 30-40 orang yang terjangkit penyakit ini di dunia..


Tragisnya, penderita Progeria hanya bertahan hidup sampai umur 14 tahun.. hanya sedikitttt sekali yang bisa bertahan ampe umur 20 tahun... paling lama ampe 21 tahun aja (1 orang) astagaaaa...
di usia 14, jika dikalikan 7, maka anak itu akan seperti orang usia 98 tahun... ouch!


Lebih parahnya lagiiiiiii........... SAMPAI SEKARANG BELUM ADA CARA PENYEMBUHANNYA...
Jadi gu maap kata aja ya, kalo kena penyakit ini tinggal tunggu mati aja.. hikz.. kesian deh..

Wahh ni ada penyakit yang bikin jadi risih banget niihh . Penyakit ini bikin si penderita sangat rentan terhadap air. Bila kulit penderita bersentuhan dengan air, akan timbul reaksi gatal-gatal, kulit kemerahan, bahkan terkadang sampai berdarah karena digaruk. Diperkirakan jenis alergi ini hanya diderita oleh 40 orang di seluruh dunia. Lisa Melland (40), wanita asal Inggris, adalah salah satunya.

Awalnya ia menemukan bahwa mencuci membuatnya gatal dan kemerahan . Ia pikir ada beberapa kimia dalam airnya, namun hal yang sama terjadi ketika ia menyentuh air. Sejak saat itu kulitnya akan terasa panas, gatal dan bahkan terbakar jika terkena air. Seringkali ia harus menggaruk tubuhnya hingga berdarah. Waduuhhh seremm juga yaa..

Kemanapun ia selalu membawa payung lipat, khawatir air hujan menyentuh tubuhnya. Tisu juga selalu tersedia dalam tas untuk membersihkan wajah dan tangan setiap kali bersentuhan dengan air. Bahkan yang lebih parahnya ia tidak boleh terkena air mata. Wahh udahh gawat sekali nii ..

Untuk mandipun ia harus di batasi . Efek alergi tersebut biasanya berlangsung beberapa jam jika air tak segera dihapus dari tubuhnya. Dan, setelah terkena air, ia harus segera mengoleskan lotion hypoallergenic hingga tubuhnya kembali normal. Dan untung saja alergi ini hanya di kulit jadi ia masih bisa untuk minum .

Nina Goad dari British Association of Dermatologist mengatakan, alergi air kemungkinan terjadi akibat tingginya kadar histamin dalam darah. Namun sejauh ini, para ahli belum mengetahui dengan pasti apa penyebab kondisi langka itu sehingga pengobatannya juga belum ditemukan.