Semula, anak kedua dari pasangan Mat Rakis (38) dan Mukdiyah (36) mengalami benjolan kecil yang menyerupai penyakit cacar di pipi kanannya. Kemudian menjalar ke dada dan punggungnya hingga akhirnya tumbuh di sekujur tubuhnya. Yang tersisah hanya mulut dan telapak tangan dan kakinya yang kelihatan sempurna.
Lambat laun, tubuh Abul Hazem sulit digerakkan. Bahkan, panas dan gatal lebih mendominasi. Sedangkan hasrat makan normal seperti layaknya manusia yang sehat. Dalam sehari makan 3 kali, dan snack apapun juga dilahap.
Pihak keluarga Abul Hazem yang tergolong keluarga kurang mampu ini, tetap berusaha memeriksakan penyakit aneh tersebut. Mulai dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan hingga RSU dr Soetomo, Surabaya. Namun, tidak ada hasilnya.
Pihak dokter pun juga tidak menyebut secara jelas apa jenis penyakit tersebut. Setiap obat yang diberikan dokter selalu diminum, tapi tidak ada hasilnya. Pihak keluarga Abul Hazem akhirnya memutuskan untuk dirawat di rumah, sebab, tidak lagi mempunyai biaya untuk pengobatan.
Mat Rakis, bapak penyandang penyakit aneh menuturkan, upaya medis sudah dilakukan.
Bahkan, minta barokah kepada para Kyai juga seringkali diupayakan, tapi tidak ada hasilnya. Malah, kondisi tubuh Abul Hazem semakin parah.
“Saat ini sering gatal bercampur panas. Dia sering minta digaruk hingga berjam-jam,” ujar Mat Rakis pada wartawan di rumahnya, Dusun Naro’an, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Senin (13/10/2008).
Suami Tumini mengatakan bahwa sebagian wajah Tumini telah hilang dan berlubang. Bagian kedua matanya, hidung, dan bibir hilang. Yang tersisa hanya tinggal dagu dan kening saja. Jangankan untuk melihat, untuk bernafas saja Tumini kesulitan.
Tumini mengatakan bahwa penyakit itu bermula saat dia masih remaja. Awalnya tumbuh sebuah bintik seperti jerawat di hidung Tumini. Ia menyangka itu merupakan jerawat biasa, tapi ternyata setelah dibiarkan bintik tersebut membesar dan menggerogoti wajah Tumini.
Ia sempat dibawa ke rumah sakit dan dirawat beberapa hari, tetapi karena biaya rumah sakit yang terlalu mahal ia terpaksa keluar dari rumah sakit. Kini mulai banyak para dermawan memberikan sumbangan untuk membantu biaya pengobatannya. Pemda pun menyarankan agar Tumini segera dirawat di rumah sakit. Tetapi Tumini mengatakan bahwa sudah terlambat, wajahnya kini telah habis dan ia sdh tidak dapat melakukan apa-apa. Tetapi suaminya tetap setia menemaninya menjalani penyakit yang dideritanya ini.
lengkapnya :
NOORSYAIDAH terus menahan sakit dari penyakit aneh yang dideritanya. Di perut dan dada perempuan berusia 40 tahun ini bermunculan puluhan batang kawat sepanjang sekitar 20 cm.
Saat ditemui di kediaman saudara perempuannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Noor terpaksa harus berjalan membungkuk agar kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah yang dikenakannya.
Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak, kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan dirasakannya.
"Ini karena ada Mas (wartawan Tribun Kaltim) saja saya pakai baju, biasanya saya tidak pakai baju karena terus terang saja kawat-kawat ini kalau menyentuh barang apa saja rasanya sangat sakit sekali," ujarnya sembari menyingkapkan bajunya dan memperlihatkan kawat-kawat yang tumbuh di bagian perutnya itu.
Guru aktif TK Al-Quran di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991. Tanpa sebab musabab kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian dadanya. Padahal, saat itu dia sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sospol Universitas Mulawarman Samarinda.
"Tapi, kalau dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan hilang. Nanti sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali," katanya.
Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang pintar sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dialaminya, tetap saja kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya.
"Semua orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya, tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya," ujarnya.
-kulit keriput karena jaringan lemak dibawahnya udah ilankk.....
Populasi penyakit ini hanya sedikit (1 : 8.000.000) 1 diantara lapan juta orang.. ada sekirar 30-40 orang yang terjangkit penyakit ini di dunia..
Tragisnya, penderita Progeria hanya bertahan hidup sampai umur 14 tahun.. hanya sedikitttt sekali yang bisa bertahan ampe umur 20 tahun... paling lama ampe 21 tahun aja (1 orang) astagaaaa...
Lebih parahnya lagiiiiiii........... SAMPAI SEKARANG BELUM ADA CARA PENYEMBUHANNYA...
Wahh ni ada penyakit yang bikin jadi risih banget niihh . Penyakit ini bikin si penderita sangat rentan terhadap air. Bila kulit penderita bersentuhan dengan air, akan timbul reaksi gatal-gatal, kulit kemerahan, bahkan terkadang sampai berdarah karena digaruk. Diperkirakan jenis alergi ini hanya diderita oleh 40 orang di seluruh dunia. Lisa Melland (40), wanita asal Inggris, adalah salah satunya.
Blog Archive
Your Text
Followers
Blog Archive
Laman
Entri Populer
-
di alami NOORSYAIDAH... Ada banyak kawat yang tumbuh di perutnya.. lengkapnya : NOORSYAIDAH terus menahan sakit dari penyakit aneh yang d...
-
Sebuah keluarga besar yang dikenal sebagai `orang biru` tinggal di bukit di sekitar Troublesome Creek di Kentucky sampai tahun 1960an. mer...
-
Tumini, seorang warga Madiun telah 34 tahun menderita penyakit aneh. Suami Tumini mengatakan bahwa sebagian wajah Tumini telah hilang dan ...
-
Ini juga termasuk penyakit aneh dan tak biasa nii. Penderita penyakit sama sekali tak boleh dikejutka...
-
Bangkalan - Sudah setahun lebih, Abul Hazem (17) warga Dusun Naro’an Timur, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura terbarin...
-
Sebenernya gu penasaran banget nii ama penyakit anah satu nii . kalo kita biasa tidur per hari minimal ...
-
Wahh ni ada penyakit yang bikin jadi risih banget niihh . Penyakit ini bikin si penderita sangat renta...
-
Wahh ada penyakit yang aneh kali ini dan sangat jarang. Nii dia nii penyakit progeria . penyakit ini ...







